Polres Indramayu Selidiki Pengeroyokan Hingga Tewas Terhadap Terduga Pencuri


INDRAMAYU, TRIBUNJABAR.CO.ID – Polres Indramayu menyelidiki kasus pengeroyokan terhadap dua pemuda hingga tewas di Jalan Blok Kelir RT 17/4, Desa Bulak Lor, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu. Kedua pemuda tersebut dikeroyok masyarakat lantaran diduga pencuri sepeda motor milik seorang warga Jalan Blok Kelir.
Informasi yang dihimpun Tribun, kedua pemuda tewas yang juga diduga pencuri itu berinisial AS (19) dan MP (20). Keduanya merupakan warga Kecamatan krangkeng, Kabupaten Indramayu. Peristiwa itu ketika keduanya diduga hendak mencuri motor milik Endang Sutrisno Selasa (16/6/2016) sekitar pukul 02.30 WIB.
“Korban bersama dengan tiga temannya mendengar suara patah dari arah motor korban yang diparkir di teras depan rumah. Ketika dilihat, ada pria yang lari dari arah motor korban,” ujar Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus, kepada wartawan melalui pesan singkat, Rabu (22/6/2016).
Lantas, kata Yusri, korban dan temannya mengejar pria yang diduga hendak mencuri motor. Korban dan kedua temannya berhasil menangkap dua pemuda yang hendak melarikan diri dengan mengunakan sepeda motor. Warga yang mengetahui peristiwa itu langsung berdatangan menghampiri dua pemuda yang diduga pencuri tersebut.
“Sampai akhirnya banyak massa yang datang dan juga mengeroyok dua pemuda yang diduga pencuri motor sampai meninggal dunia. Jenazah yang diduga pelaku pencuri itu langsung dibawa ke RS Bhayangkara Losarang Indramayu,” kata Yusri.
Polres Indramayu, kata Yusri, menerima laporan tentang dugaan penganiayaan yang dilakukan bersama-sama pada Selasa (21/6/2016). Adanya laporan tersebut, penyidik melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang terkait dengan peristiwa tersebut. Penyidik Polres Indramayu masih terus mencari saksi-saksi lain untuk mengidentifikasi masyarakat yang diduga melakukan kekerasan terhadap korban yang diduga pelaku pencuri.
“Untuk penyidikan perkara pencurian sepeda motor dilakukan oleh Polsek Jatibarang,” kata Yusri.
Selain itu, penyidik juga menyita sejumlah barang bukti. Antara lain, dua batu ukuran besar, sepasang sandal warna coklat, dua batang kayu panjang 40 sentimeter, sepasang kunci leter T yang didapat dari salah satu saku pria yang diduga pelaku pencuri, dan satu unit sepeda motor Honda Beat biru putih tanpa plat nomor.
“Masyarakat di sekitar lokasi kejadian masih tertutup dalam berikan info dan keterangan terkait dugaan penganiayaan, namun tetap diupayakan semaksimal mungkin untuk ungkap para pelaku,” kata Yusri. (cis)

Sumber : Tribun jabar

Jelang Mudik Lebaran, Komisi V Minta Kesiapan Infrastruktur Dipastikan Baik

Anggota Komisi V DPR Nizar Zahro angkat bicara mengenai persiapan mudik lebaran.
Komisi V beserta dengan Kemenhub dan Korlantas Polri harus bisa memastikan sarana dan prasarana baik bandara,pelabuhan,dan jalur darat sudah tersedia dengan baik.
“Perkiaraan saya Jumlah pemudik tahun ini diperkirakan bakal tembus 22 juta orang memakai angkutan Lebaran berpedoman pada tahun 2015 jumlah pemudik sudah sampai 20 juta dan jumlah korban meninggal di atas 1000 orang,” kata Nizar melalui pesan singkat, Selasa (21/6/2016).
Politikus Gerindra itu mengatakan bila hal itu dapat dipastikan secara maksimal, maka semua kejadian pada tahun 2015 dalam rangka persiapan pralebaran dan pascalebaran harus diperbaiki bersama.
Terutama manajemen kesiapan bandara dan pelabuhan, kemacetan panjang di jalur-jalur darat.
“Khususnya di pulau Jawa dimana kemacetan timbul di pintu masuk tol dan pintu keluar dan jalur pantura yang non tol di manfaatkan untuk mengurangi volume kendaraan,” imbuh Nizar.
Nizar mengatakan Komisi V telah memberikan masukan dan melakukan pengawasan dalam RDP persiapan mudik lebaran dan pascalebaran.
Pihaknya mengimbau agar semua pemudik yang memakai kendaraan pribadi dan transportasi umum mematuhi semua peraturan dan panduan atas manajemen yang telah di persiapkan kemenhub bekerjasama dengan Korlantas.
Komisi V DPR, kata Nizar, akan turun ke lapangan mulai tanggal 24 juni 2016 dibagi menjadi tiga tim, Surabaya, Medan, dan Makassar.
Hal itu untuk mengumpulkan data supaya bisa menjadi masukan bagi Kemenhub baik dari perkiraan volume kendaraan yang akan mudik, kesiapan terminal, kesiapan bandara, serta kesiapan pelabuhan.
“Begitu pula kita akan meminta masukan terhadap semua penumpang yang akan menggunakan semua fasilitas darat laut dan udara,” imbuhnya.
Dalam catatan 2016, Nizar menuturkan pihaknya menginginkan adanya upaya meminimalisir jumlah kecelakaan dan kejadian yang tidak diinginkan.
“Bagaimana jumlah kecelakaan semakin kecil dan semua pemudik dapat dilayani secara baik sehingga keamanan dan kenyamanan adalah priotitas yang utama,” katanya.

Sumber : Tribunnews.com

Penjelasan Mundurnya Dejan Antonic versi Manajemen Persib


Bola.com, Bandung – Manajemen Persib Bandung mengakui Dejan Antonic mengundurkan diri dari jabatannya sebagai nakhoda tim Maung Bandung seusai dikalahkan Bhayangkara Surabaya United (BSU) 1-4 di turnamen Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 presented by IM3 Ooredoo, Sabtu (11/6/2016) malam.
Hal itu ditegaskan Manajer Persib, Umuh Muchtar, didampingi komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Zaenuri Hasyim dan Kuswara S. Taryono, setibanya di Bandara Husen Sastranegara, Bandung, Minggu (12/6/2016).
“Awalnya dia (Dejan) siap memperbaiki tim, tapi karena ada tekanan dari bobotoh saat mau naik mobil, dia akhirnya mengundurkan diri dengan alasan tidak kuat dengan tekanan bobotoh,” jelas Umuh.
Saat itu juga lanjut Umuh, pihaknya dengan jajaran manajemen lain (komisaris PT PBB) seperti Zaenuri Hasyim, Kuswara S Taryono, membicarakan keputusan Dejan yang memilih mundur.
“Kami bertiga termasuk Pak Glenn Sugita (Dirut PT PBB) melalui telepon membahas sampai jam 01.30 pagi untuk melakukan antisipasi. Kami putuskan Herrie Setiawan jadi sebagai pelatih sementara,” jelas Umuh.
Diakui Umuh, manajemen Persib tidak mau buru-buru mencari pengganti pelatih kepala untuk menggantikan posisi Dejan. “Jadi sementara ini Persib di bawah kendali Herrie Setiawan saja dulu. Kami tidak akan cepat cari pengganti,” imbuhnya.
Pada kesempatan itu Umuh bila tidak hanya Dejan Antonic yang mundur, melainkan juga asisten pelatih Darko Vargec, yang diminta Dejan mendampinginya selama TSC 2016.
Zaenuri Hasyim, Komisaris PT PBB, membenarkan untuk sementara tim Pangeran Biru ditangani dulu oleh Herrie Setiawan, yang selama ini menjadi asisten Dejan Antonic.
“Memang malam itu juga Dejan mengundurkan diri, kemudian saya, Pak Umuh, Pak Kuswara termasuk Pak Glenn rapat malam itu juga. Lantaran mundur, kami izinkan,” papar Zaenuri.
Mantan Pangdam III/Siliwangi itu mengaku dari kejadian ini, jajaran manajemen akan melakukan evaluasi. “Tapi, evaluasi yang kami lakukan bukan hanya karena ada kejadian ini (Dejan mundur) karena setiap pekan pasti kami evaluasi,” ujarnya.
Ia berharap setelah tidak adanya Dejan, Persib kembali seperti Persib yang sebenarnya dan bisa bangkit, terlebih TSC 2016 masih panjang.
“Kami sebenarnya suka memberi masukan kepada Dejan, tapi dia selalu menolak dan melempar tanggung jawab ke kami. Kami tak mau cara seperti itu. Toh, dia yang digaji. Akhirnya terserah pelatih. Kalau kami memaksa itu bisa jadi intervensi. Akibatnya ya begini. Kami secepatnya akan mencari jalan yang terbaik,” pungkas Zaenuri mengakhiri pembicaraan.

Sumber : Bola.com

Mulai Senin Semua Kendaraan Masuk Jalur Busway Ditilang, Kecuali


Jakarta akan melakukan pengetatan sterilisasi busway mulai Senin (13/6/2016) mendatang.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menegaskan busway hanya dipergunakan untuk Transjakarta dan evakuasi, seperti ambulans serta mobil pemadam kebakaran.
“Tadi ada pertanyaan, terus menteri bagaimana kalau mau rapat? Kamu pilih saja, kalau mobil pelat RI boleh masuk (busway) deh,” kata Basuki, di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (10/6/2016) malam.
Sedangkan kendaraan selain itu, tidak boleh masuk busway, termasuk kendaraan dinas gubernur, wakil gubernur, kedutaan besar, serta kementerian dan lembaga tinggi negara yang pelatnya RFS.
“Kendaraan embassy terlalu banyak pelatnya, enggak kami kasih masuk (busway). Hanya mobil pelat RI yang boleh (masuk busway), polisi juga enggak boleh masuk, kecuali lagi kawal ambulans,” kata Basuki.
Untuk memberlakukan sterilisasi busway, Basuki akan menambah petugas dan Moveable Concrete Barrier (MCB).
Selain itu, ia mengaku sudah bekerja sama dengan Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Syamsul Bahri.
Basuki meminta polisi tidak menindak penerobos busway dengan tilang merah.
“Kalau pakai tilang merah, sidang ke pengadilan, ada oknum main, langsung dilolosin. Saya minta langsung tilang biru saja, kalau tilang biru kan langsung bayar ke bank,” kata Basuki.(Kurnia Sari Aziza)

Sumber : Tribun Jabar