Harga Masih Mahal, Bulog Kembali Tambah Stok Gula di Sulut


MANADO – Perum Bulog Divisi Regional Sulawesi Utara dan Gorontalo kembali menambah stok gula di Sulut, lantaran harga gula di pasaran masih tergolong tinggi. Kepala Perum Bulog Divisi Regional Sulut dan Gorontalo, Sabaruddin Amrullah menyatakan, saat ini akan masuk pasokan gula sebanyak 1.100 ton dari PT Perkebunan Nusantara (PTPN X) dan PTPN XI, Jawa Timur.

“Saat ini sedang dalam perjalanan tambahan stok gula yang akan masuk Gudang Bulog di Bitung. Totalnya 1.100 ton. Pasokan gula terus kami tambah dalam upaya menstabilkan harga gula yang saat ini masih tinggi di pasaran,” ujar Amrullah di Kantor Bulog Divre Sulut dan Gorontalo, Rabu (14/9/2016).

Sebelumnya, Perum Bulog Divre Sulut dan Gorontalo telah mendistribusikan 111 ton gula pasir ke masyarakat Sulut, demi menekan tingginya harga gula yang sudah melonjak bahkan sebelum pelaksanaan Idul Fitri bulan Juli lalu. Bulog telah bekerja sama dengan BUMN seperti PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) dan PT Pabrik Gula Gorontalo, mendistribusikan gula bagi masyarakat Sulut melalui operasi pasar dan pasar murah yang digelar di banyak titik di kabupaten dan kota.

Pemerintah menargetkan harga gula di akhir tahun bisa normal kembali di kisaran Rp12.000. Bulog dalam peran stabilisasi harga, terus mengupayakan menjual harga gula di bawah harga pasar yang berlaku, sehingga masyarakat mendapatkan alternatif pilihan. “Dengan demikian, ketika ada harga lebih rendah dengan kualitas yang sama, tentu konsumen akan lebih memilih harga terendah,” jelasnya.

Untuk terus menyebar gula hingga di konsumen akhir, Bulog pun menggaet sejumlah distributor untuk menjual dengan Harga Eceran Tertinggi yang ditetapkan pemerintah saat ini, yakni Rp12.500 per kilogram. Saat ini, setidaknya tiga distributor siap menyalurkan gula yang didatangkan dari Jawa Timur.

Bulog menjamin, distributor yang ditunjuk merupakan distributor yang bertanggung jawab menjual sesuai harga HET. Sebelum resmi menjadi rekanan Bulog dalam menyalurkan gula ke masyarakat, distributor berhak menandatangani kesanggupan menjual dengan harga HET.

Bulog sendiri memperkenankan distributor membayar harga gula Rp11.800 per kilogram, jika dijemput langsung ke gudang Bulog Divre Sulut dan Gorontalo yang terletak di kota Bitung. Terdapat margin Rp700 bagi distributor, sehingga tidak ada alasan bagi distributor untuk menjual melampaui HET yang ditetapkan yakni Rp12.500 per kilogram.

Dari evaluasi Bulog hingga saat ini, harga gula cenderung mulai turun. Kami pantau terakhir, harga gula di pasaran mulai bergeser di rentang Rp15.000-Rp16.000 per kilogram. Sebelumnya harga sempat menyentuh Rp18.000 per kilogram.

“Dengan upaya menyiapkan kecukupan pasokan gula, dengan intens melakukan distribusi gula dengan harga Rp12.500 per kilo gram, diharapkan harga dapat kembali stabil,” tambah Minarfi Syamsudin, Kepala Bidang Komersial Perum Bulog Divre Sulut dan Gorontalo.

Sumber : SINDONews

BREAKING NEWS: Seorang dari Tiga Korban Tenggelam Ditemukan Tewas di Pantai Pangandaran


BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID – Seorang korban tenggelam di Pantai Pangandaran bernama Andriana (19) akhirnya ditemukan. Namun, saat ditemukan, kondisi Andirana dalam keadaan tewas.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus, jasad Andriana ditemukan pada Senin (12/9/2016) sekitar pukul 16.30 WIB. Jasad warga Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya. , ditemukan di pinggir Pantai Pamugaran, Desa Cikembulan, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran.
“Jasad korban dibawa ke kamar jenazah rumah sakit untuk proses identifikasi oleh anggota sambil menunggu keluarga korban yang akan datang ke Pangandaran,” ujar Yusri kepada wartawan melalui pesan singkatnya, Selasa (13/9/2016).
Yusri menuturkan, Andriana yang merupakan mahasiswa Istitut Agama Islam Cipasung (IAIC) Tasikmalaya itu terseret arus ombak Pantai Pangandaran pada Sabtu (10/9/2016) pukul 07.40 WIB. Andriana terseret ombak saat tengah bermain di depan Pos 3 Hotel Pondok Seni Pantai Barat Pangandaran.
“Pencarian terhadap korban dilakukan selama tiga hari dengan melibatkan SAR gabungan dari Basarnas, Sat Polair Polres Ciamis, TNI AL Pangandaran, BPBD Pangandaran, Balawisata Pangandaran, dan kelompok lainnya,” katanya. (*)

Sumber : tribun jabar

Presiden Joko Widodo Ajak ASEAN-PBB Berantas Kemiskinan di Asia Tenggara


JAKARTA, TRIBUNJABAR.CO.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan hal penting dalam kemitraan ASEAN-PBB, yakni mengentaskan kemiskinan dan kerja sama kesehatan masyarakat di kawasan Asia Tenggara.
Hal itu disampaikan Presiden Jokowi dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-PBB ke-8 di hadapan kepala negara ASEAN dan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki Moon, di Vientiane, Laos, Rabu (7/9/2016).
Jokowi mengatakan, ASEAN yang masih menjadi rumah 120 juta orang miskin, harus memastikan pencapaian Agenda 2030 di bidang pengentasan kemiskinan.
Hal ini antara lain dilakukan melalui kerja sama pelatihan kejuruan, peningkatan kapasitas produksi dan inovasi UMKM serta akses terhadap keuangan inklusif.
“Penting bagi ASEAN untuk memastikan bahwa program pengentasan kemiskinan masuk dalam agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030,” ujar Presiden Jokowi.
Sementara di bidang kesehatan, Presiden Jokowi berharap kedua organisasi dapat bekerja sama untuk meningkatkan ketahanan kawasan terhadap wabah penyakit menular seperti SARS, flu burung, AIDS, maupun penyakit tidak menular seperti jantung, kanker atau diabetes.
Kerja sama tersebut dapat dilakukan melalui penelitian bersama antar-institusi atau ahli, pelatihan bersama dan kerja sama dalam pencegahan, deteksi dini, dan tanggap darurat penyakit pandemik.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi juga mengemukakan mengenai pengaruh ASEAN di peta dunia bahwa ASEAN merupakan ekonomi terbesar ke-7 di dunia dengan nilai PDB sekitar 2,6 triliun dolar AS.
ASEAN juga memiliki kawasan yang stabil dan damai. Oleh karena itu, dengan segala aset dan potensinya, ASEAN dapat berkontribusi dalam beberapa agenda PBB, diantaranya dalam pembangunan berkelanjutan dan perdamaian dunia.
“ASEAN memiliki semua aset untuk menjadi mitra utama bagi PBB,” ucap Presiden Jokowi.
Terkait masalah perdamaian dunia, Presiden Jokowi kembali menyerukan ASEAN dan PBB untuk menjadikan masalah Palestina menjadi isu prioritas dan mendukung langkah Palestina mewujudkan kemerdekaan dan mendorong kembali perundingan damai Palestina-Israel berdasarkan “two-state solution”.
PBB merupakan salah satu mitra ASEAN yang telah dimulai sejak 1970. Pertemuan ASEAN-PBB tingkat kepala negara pertama diselenggarakan di Bangkok pada 2000.
Pada 2007, kedua organisasi menandatangani nota kesepahaman ASEAN-UN Cooperation yang menjadi dasar hubungan kemitraaan di berbagai bidang termasuk politik, ekonomi dan sosial budaya, serta penyelesaian isu-isu global.
Hal ini diperkuat dengan disepakatinya Rencana Kerja implementasi Joint Declaration untuk 2016-2020 pada pertemuan 7th ASEAN-UN Summit 2015 di Kuala Lumpur, Malaysia. (Kompas.com)

Sumber : Tribun Jabar.com

DKI Luncurkan Bus Maxi Total, Kopaja & Metromini Terancam Punah Bima Setiyadi


AKARTA – Armada bus maxi total milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Transportasi Jakarta segera beroperasi di trayek bus sedang. Para operator bus sedang existing diminta menyetorkan uang muka Rp150 juta oleh PT Transportasi Jakarta apabila tidak mau bisninsya dimatikan.

Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Budi Kaliwono mengatakan, untuk mewujudkan Jakarta baru yang lebih bagus seperti kota-kota besar di dunia, pihaknya menyediakan bus maxi total lebih besar dari bus sedang dan lebih kecil dari bus single. Interior di dalamnya pun menggunakan ful jok busa.

“Sampai April 2017 akan datang 300 bus. Tahap awal 100 bus sampai November. Akan melayani seluruh koridor dan masuk ke perumahan-perumahan,” kata Budi Kaliwono di Balai Kota DKI Jakarta pada wartawan Jumat, 2 September 2016 kemarin.

Ketua Organda DKI Jakarta Shafruhan Sinungan geram dengan masuknya bus maxi total tersebut. Shafruhan meminta agar Dirut PT Transportasi Jakarta, Budi Kaliwono tidak arogan memainkan kekuasaan dengan bertindak semaunya.

Sebab, kedatangan bus maxi total tersebut akan membunuh operator existing bus sedang seperti Metromini, Kopaja, Kopami, Koantas Bima dan sebagainya yang berada di bawah Organda.

Berdasarkan informasi yang didapat dari PT Transportasi Jakarta, kata Shafruhan, operator existing bus sedang diminta membayar uang muka Rp150 juta apabila ingin tetap exist berbisnis bus sedang.

“Jangan mentang-mentang punya duit akhirnya beli sendiri. Bagaimana nasib operator yang sudah puluhan tahun melayani warga Jakarta. Operator bus sedang rata-rata koperasi, mereka keberatan kalau mau ikut harus memiliki uang muka Rp150 juta,” ujarnya.

Shafruhan menuturkan Organda mendukung bila semua operator bus existing berintegrasi dengan PT Transportasi Jakarta untuk merevitalisasi angkutan umum melalui sistem rupiah per kilometer. Namun, para operator meminta ada kemudahan agar bisa mengikuti proses tersebut, salah satunya masalah biaya.

Kepala Dishubtrans DKI Jakarta, Andri Yansyah mengakui bila PT Transportasi Jakarta meminta agar operator bus sedang existing menyetorkan uang muka Rp150 Juta agar dapat bergabung dengan PT Transportasi Jakarta untuk memiliki bus maxi total. Namun, dia memastikan tidak akan memberikan trayek bus maxi total kepada PT Transportasi Jakarta bila masalah operator bus sedang existing belum selesai.

“Ya bus maxi total memang akan mengantikan existing bus sedang. Tapi tergantung ruas jalan. Misalnya di Manggarai-Blok M, itu bisa mengantikan Kopaja S 66. Nah kalau yang tidak bisa kita tetap pakai bus sedang. Intinya kita akan bahas kembali dengan operator existing nanti,” ungkapnya.

Sumber :SindoNews.Com