Setiap Kepala Keluarga Diminta Rp 170 Ribu untuk Kartu BPJS Kesehatan Palsu


BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID – Seorang wanita berinisial DD (34), warga RT 3/8 Kampung Kananga, Desa Arjasari, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, menjadi tersangka kasus dugaan kartu BPJS Kesehatan palsu. Setidaknya 65 warga Desa Arjasari tercatat menjadi korban pemalsuan kartu BPJS Kesehatan tersebut.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus, mengatakan, kasus terjadi pada November 2015. Kala itu pelaku mengadakan sosialisasi BPJS bersubsidi di kantor Desa Arjasari. Adapun acara tersebut didukung lembaga pemberdayaan masyarakat yang beralamat di Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi.
“Dalam sosialisasi itu, pelaku sebagai narasumber menyampaikan bahwa adanya program dari pemerintah tentang adanya program BPJS bersubsidi,” kata Yusri melalui keterangan resmi yang diterima wartawan, Selasa (26/7/2016).
Untuk dapat mengikuti program itu, kata Yusri, masyarakat diwajibkan membayar biaya sebesar Rp 170 ribu setiap kepala keluarga. Menurutnya, pembayaran BPJS bersubsidi itu hanya dilakukan sekali. Sedangkan untuk iuran per bulannya selanjutnya tak perlu lagi membayar setiap bulannya.
“Kemudian pelaku menyampaikan dan meyakinkan kepada masyakat bahwa program ini benar-benar dari pemerintah,” kata Yusri.
Dikatakan Yusri, setidaknya 65 kepala keluarga telah menyetorkan uang dengan nilai yang diminta pelaku. Ke-65 warga Desa Arjasari itu tertarik menjadi peserta BPJS Kesehatan bersubsidi.
“Total uang yang terkumpul sebesar Rp 10.880.000. Kemudian masyarakat yang telah membayar diberikan kartu BPJS palsu itu. Namun ketika masyarakat berobat dengan menggunakan kartu itu ditolak rumah sakit,” kata Yusri. (cis)

Sumber : Tribun Jabar

Ini Pesan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan Jelang Porwanas Kepada Atlet Porwanas XII


BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID – Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, menggelar jamuan makan malam wartawan dari berbagai daerah di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (25/7/2016).
Wartawan yang hadir dari berbagai daerah itu merupakan peserta Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) XII 2016 yang digelar di Kota Bandung.
Informasi yang dihimpun Tribun sebanyak 1.870 atlet dari 30 provinsi yang terdaftar sebagai anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) hadir akan mengikuti Porwanas XII. Porwanas sendiri akan dimulai Selasa 26 Juli 2016 sampai Jumat 29 Juli 2016.
“Untuk beberapa (tiga. Red) provinsi mengirimkan peninjau untuk meramaikan Porwanas,” kata Ketua PWI Jawa Barat, Mirza Zulhadi, dalam sambutannya.
Setidaknya 10 cabang olah raga dipertandingkan dalam Porwanas. Selain itu satu cabang jurnalistik juga dipertandingkan dalam Porwanas.
Porwanas digelar di beberapa venue di Kota Bandung seperti di Universitas Pendidikan Indonesia, Siliwangi Bowling Senter, Lapangan Atletik Padjadjaran, dan lainnya. (*)

Sumber : Tribun Jabar

BREAKING NEWS: Kebakaran Kios Meubel dan Pedagang Kayu Bekas Disamping PLN Soekarno Hatta


BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID — Sekitar pukul 21.30 hingga pukul 23.00 kebakaran masih berlangsung di kawasan Jalan Soekarno Hatta, Bandung, Minggu (24/7/2016).
Api membesar melahap bangunan kios meubel dan pedagang kayu bekas di lokasi yang tak jauh dari kantor PLN di Jalan Soekarno Hatta, Bandung.
Masih belum diketahui penyebab kebakaran yang kini semakin membesar, lokasi kejadian tampak dipenuhi masyarakat yang ingin melihat kebakaran tersebut.
Adanya kebakaran ini, menyebabkan ruas jalan Soekarno Hatta menjadi padat oleh antrean kendaraan yang melaju perlahan. (Yakub Pryatama/Desta Reza)

Sumber : Tribun Jabar

Ibunda Mirna Pun Bicara Soal Anaknya yang Tewas Karena Diduga Dibunuh Kawannya


Ni Ketut Sianty tak mampu menutupi kesedihannya saat mengingat anak pertamanya, Wayan Mirna Salihin, yang tewas dibunuh.
Sebagai seorang ibu, Sianty menyimpan kepedihan mendalam kala mendapati Mirna tewas karena diduga dibunuh kawannya, Jessica Kumala Wongso.
“Saya terpukul sebagai ibu. Ternyata anak saya dibunuh orang,” kata Sianty saat diwawancara eksklusif oleh Kompas TV di Jakarta, Selasa (19/7/2016).
Menurut Sianty, setiap orangtua, terutama ibu, akan sangat terpukul ketika mendapati anak yang dilahirkannya dibunuh. Perasaan itu akan membekas.
Istri dari Edi Darmawan Salihin itu mengaku tak tahu harus berbuat apa setelah kepergian Mirna.
Di mata Sianty, Mirna merupakan anak yang tangguh. Ia bisa menopang Sianty dan adiknya, Sandy Salihin. Ia juga mengenal Mirna sebagai sosok yang memiliki tujuan hidup jelas.
“Setelah Mirna enggak ada, saya seperti enggak punya hati dan enggak berdaya apa yang mau dilakukan,” ungkap Sianty.
Mirna diduga dibunuh dengan cara diracun oleh temannya sendiri, Jessica Kumala Wongso, di Kafe Olivier, Grand Indonesia, Rabu (6/1/2016).
Racun tersebut diduga dimasukkan oleh Jessica ke dalam es Kopi Vietnam yang diminum Mirna.
Saat ini, Jessica tengah menjalani persidangan kasus pembunuhannya. Ia didakwa dengan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana.
(KOMPAS.com/ Kahfi Dirga Cahya)

Sumber : Tribun Jabar