Teknologi Mutakhir

Salah satu teknologi mutakhir truk Fuso itu adalah teknologi unitized injection pump yang diklaim Fuso mampu menghemat bahan bakar. Teknologi baru itu diakui lebih dari sekedar injeksi pada umumnya.

Untuk diketahui, unitized injection pump sudah digunakan pada truk-truk Daimler sejak beberapa tahun belakangan. Fuso memanfaatkan teknologi tersebut demi meningkatkan performa truk-truk Fuso ke depannya.

Impresi mengendari Fuso FJ 2523R

Untuk menyalakan mesin mesin 6.373 cc cukup putar ke posisi on. Mesin besar bertenaga 230 Ps pada 2.200 rpm dan torsi 83 kgm pada 1.200 – 1.600 rpm itu langsung menyala. Getaran cukup minim sampai ke kabin penumpang.

Lokasi uji coba kali ini di Kitsuregawa Proving Ground. Lokasi itu memiliki 6 jalur dengan lebar 4 meter setiap jalurnya. Lintasannya pun dibuat mulus seperti jalan umum, ada juga jalan rusak, bergelombang, berbatu dan juga trek basah.

Kitsuregawa Proving Ground juga dilengkapi uji sistem anti-lock brake, uji elektro magnetik (EMI), riset mesin, dan sisi uji komponen drivetrain yang kesemuanya untuk menguji kehandalan truk sebelum dilempar ke pasar.

Uji coba kali ini, detikOto mendapat kesempatan mengelilingi 1 lap sirkuit yang memiliki lintasan sepanjang 14,4 km. Seperti biasa, pengendara harus menggunakan seatbelt sebelum perjalanan dimulai. Penggunaan seatbelt sudah menjadi standar aturan di sini.

Fuso FJ 2523R didesain untuk memudahkan pengendara. Karena itu pengoperasian gigi 1 sampai gigi 6 tidak terasa sulit. Saat masuk gigi 1, tembus 15.000 rpm. Susunan gigi dibuat pendek untuk meningkat performa mesin.

detikOto sendiri merasakan kemudahan memindahkan gigi-giginya. Saat berjalan, transmisinya cukup membantu dan truk berjalan mulus. Saat bejek pedal gas terasa sekali tenaga disalurkan ke roda belakang.

Truk sempat berada di jalan dengan sudut kemiringan sekitar 25 dengan kecepatan 100 km/jam. Ingin ke jalan paling kiri tapi tidak diizinkan oleh pemandu. Untuk diketahui ada 2 tikungan dengan sudut kemiringan 45 derajat di lintasan ini. Tikungan-tikungan itu untuk truk berkecepatan tinggi di atas 130 km/jam. Kurang dari kecepatan yang ditentukan, truk bisa terbalik.

Saat trek lurus, truk tersebut sempat dipacu hingga kecepatan 110 km/jam. Tidak ada kekhawatiran dengan performa truk satu itu, sebab Fuso sudah mengembangkan truk sedimikian rupa demi kemudahan pengendara.

Laporan dari Jepang, Melesat Hingga 110 Km/Jam dengan Truk Fuso FJ 2523R

PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) selaku distributor truk dan bus Fuso mengajak sejumlah wartawan Indonesia ke Jepang untuk merasakan truk anyar yang akan diluncurkan di Indonesia.

Sebuah kesempatan yang unik untuk bisa merasakan berada di balik kemudi truk-truk Fuso yang berukuran besar, salah satunya Fuso FJ 2523R.

Lokasi uji coba kali ini berada di Kitsuregawa Proving Ground di Washijuku, Sakura, Provinsi Tochigi, Jepang. Lokasi uji coba ternama milik Fuso itu dirancang untuk bisa dilintasi truk-truk Fuso berukuran gambot di antaranya Fuso FJ 2523R.

Nah, rasa penasaran seketika menyumbul ketika para awak media mendekati sirkuit yang memiliki lintasan sepanjang 14,4 km. Tidak ingin melewatkan kesempatan itu, langsung memilih truk Fuso FJ 2523R transmisi manual, dimana truk itu yang masuk lebih dulu ke Indonesia.

- Eksterior

Truk Fuso FJ 2523R memiliki ukuran kepala yang besar dan desainnya mengotak. Bumpernya dibuat agak rendah dan terbuat dari pelat tebal.

Sedangkan desain headlamp dan sein cukup sederhana, namun maksimal di kegelapan malam. Truk ini memiliki casis panjang dan menggunakan 10 ban dimana 8 ban di belakang dan 2 ban di depan.

- Interior

Masuk ke kabin penumpang detikOto disambut co-driver berbahasa Jepang. Pantauan detikOto, interior Fuso FJ 2523R sangat lega. Seperti truk berukuran besar lainnya, terdapat ruang di belakang jok pengemudi untuk menyimpan barang kebutuhan driver dan co-driver.

Melongok ke dasbor. Desain dasbord sangat sederhana seperti audio single din. Dari meter cluster tersedia informasi oli, informasi kapasitas bak dan beberapa informasi lain untuk kebutuhan pengendara di lapangan.

Duduk di jok pengemudi, pandangan ke depan sangat lega. Tak terhalang sedikit pun sehingga memudahkan pengemudi beraktivitas di balik kemudi. Posisi tuas perseneling ada di sebelah kiri dan mudah dijangkau.

Dari dalam kita bisa mengantisipasi daerah kiri belakang lewat kaca spion mungil di bawah spion kiri utama.

Hari ini Tol MOjokerto – Kertosono Diresmikan

Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, rencananya akan meresmikan jalan tol Mojokerto-Kertosono Seksi 1 pada Senin, 13 Oktober 2014. Jalan tol ini merupakan bagian dari proyek nasional tol Trans Jawa dan juga menjadi ruas terpanjang di Jawa Timur dengan total jarak 40,5 kilometer.

Seksi 1 sepanjang 14,7 kilometer ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi kepadatan lalu lintas di sekitar Jombang, khususnya dari arah Kertosono ke Ploso dan sebaliknya, juga dari Jombang ke Kertosono dan sebaliknya.

Momen ini juga menjadi tanda kesiapan beroperasinya ruas tol yang menghubungkan Bandarkedungmulyo-Jombang. Gerbang sisi barat disebut Gerbang Bandar, berada di Kecamatan Bandarkedungmulyo, sedangkan Gerbang sisi timur yang disebut Gerbang Jombang berada di Tembelang.

“Kami memiliki target untuk bisa mengoperasikan seksi 1 ini sebelum akhir tahun 2014. Target tersebut akhirnya terpenuhi, berkat dukungan dari banyak pihak, Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah serta masyarakat Jombang,” kata Presiden Direktur PT Marga Harjaya Infrastruktur (HMI), Wiwiek D. Santoso, dalam keterangan tertulis.

MHI sebagai Badan Usaha Jalan Tol pemegang hak konsesi ruas tol ini merupakan bagian dari Grup Astra melalui PT Astratel Nusantara.

Ruas tol Mojokerto-Kertosono Seksi 1 ini seluruhnya dibangun dengan perkerasan beton baik lajur utama (dua lajur, dua arah) maupun bahu jalannya. Karena direncanakan pada masa mendatang, ruas tol ini akan menjadi tiga lajur, maka di sebagian besar seksi ini median jalannya sangat lebar.

Direktur PT Astra International Tbk, Paulus Bambang Widjanarko, yang membidangi bisnis infrastruktur, logistik, dan informasi teknologi mengatakan, Astra membangun tol ini dengan sangat serius, karena ingin menjadikannya sebagai salah satu tol terbaik di Indonesia.

”Desain gerbang dan kantornya dibuat dengan memperhatikan budaya setempat, namun dalam nuansa modern. Sirip-sirip pada atap menyerupai susunan batu pada candi-candi di Jawa Timur,” kata Paulus.

Sebelumnya, Astra International melalui PT Marga Mandala Sakti mengoperasikan jalan tol untuk ruas Tangerang–Merak sepanjang 72,5 km.