Persiapan Konferensi Asia-Afrika di Bandung

Jakarta dan Bandung akan menjadi tuan rumah diselenggarakannya Konferensi Asia-Afrika ke-60 pada 19-24 April mendatang. Baik Jakarta dan Bandung mulai bersolek menjelang pertemuan internasional tersebut.

Walikota Bandung Ridwan Kamil mengatakan persiapan yang telah dilakukan pihaknya sudah mencapai 90 persen. Dia memastikan persiapan kota yang dipimpinnya itu segera selesai.

“Persiapan (KAA di Bandung) sudah sampai 90 persen,” ujar Ridwan Kamil di kantor lembaga penelitian CSIS, Jakarta, Selasa (7/4/2015).

“Nggak ada kendala banyak perubahan fisik (di Kota Bandung). Memang saat ini banyak persiapan fisik seperti pengecetan trotoar. Ini momen finalisasi,” imbuh dia.

Pria yang karib disapa Kang Emil tersebut mengungkapkan bahwa Presiden Joko Widodo atau Jokowi akan datang ke Kota Kembang tersebut untuk memastikan kesiapan KAA di Bandung, mengingat bakal ada banyak acara besar di Ibukota Provinsi Jawa Barat tersebut. Namun Walikota itu tak mengungkapkan tanggal kehadiran Presiden di Bandung.

Sejak beberapa bulan lalu, Pemerintah Kota Bandung mulai berbenah untuk KAA. Ridwan Kamil pun sebelumnya berjanji akan menjadikan kota tersebut tampil lebih keren dari sebelumnya.

“Insya Allah kita siap. Ini perhelatan 10 tahun sekali di zaman saya, saya ingin buktikan Bandung keren,” ujar Ridwan Kamil, beberapa waktu lalu. (Riz/Mut)

Iran-Saudi semakin terang-terangan ‘perang’ di Yaman

Setelah dua pekan serangan udara Arab Saudi menghantam Yaman, pemimpin spiritual Iran Ayatullah Khamenei mengecam serbuan itu dengan mengatakan serangan itu adalah pembantaian massal.

Data dari Perserikatan Bangsa-Bangsa, serangan udara Liga Arab menewaskan 311 warga sipil, 77 di antaranya anak-anak, dari lima kota Yaman. Mereka semua dipastikan tak berhubungan dengan pemberontak Houthi. Sedangkan 364 orang lainnya luka-luka akibat serangan udara tersebut.

“Kejahatan perang ini bisa dituntut ke Mahkamah Internasional. Riyadh tidak akan menang melalui agresi militer tersebut,” kata Khamenei dalam jumpa pers seperti dilansir kantor berita Reuters, Jumat (10/4).

Senada dengan Khamenei, Presiden Iran Hassan Rouhani mengkritik serangan udara Saudi sebagai kesalahan strategi. Pemberontak Houthi kini secara de facto menguasai Sana’a. Intervensi seharusnya dilakukan melalui dialog. “Kami terus mendesak kekerasan dihentikan,” kata Rouhani.

Selama ini perseteruan Iran-Saudi terus terjadi di Timur Tengah. Kedua negara itu saling berebut pengaruh di kawasan paling bergejolak di muka bumi ini.

Iran disebut-sebut membantu pasokan senjata dan pelatihan bagi para pemberontak Houthi yang mengusir Presiden Yaman Abdurabuh Mansyur Hadi. Sejak September tahun lalu pemberontak muslim Syiah itu menguasai Ibu Kota Sanaa.

Setelah kelompok Houthi dibombardir oleh Liga Arab dua pekan lalu, Iran akhirnya secara terang-terangan menunjukkan mereka tidak tinggal diam.

Angkatan Laut Iran mengirim kapal perusak ‘Alborz’ dan ‘Bushehr’ ke Teluk Aden, di selatan Yaman.

Sejauh ini, petinggi militer Negeri Para Mullah membantah kapal perang itu terkait konflik di Yaman. Alasan yang dipakai adalah adanya peningkatan aktivitas bajak laut di sekitar Teluk Aden.

“Dua kapal itu kami kirim untuk menjaga keamanan kapal-kapal Iran dan melindungi kepentingan Republik Islam ini di laut lepas,” kata Laksamana Muda Habibollah Sayyari kepada Press TV, Kamis (9/4).

Sayyari menyatakan tujuan akhir dua kapal itu adalah pantai utara Samudera Hindia. Sebelum ke lokasi yang dituju, dua kapal tempur ini diperintahkan berpatroli ke Teluk Aden, sisi selatan Yaman, hingga Laut Merah.

Bukan sekali ini Iran mengirim kapal tempur menghalau perompak. Pada Februari 2015, dua unit kapal perang Iran dari Pangkalan Bandar Abbas terlibat pembebasan kapal tanker yang sempat dikuasai empat perahu pembajak, 75 nautikal mil dari pantai Kota Mukalla, Yaman.

Sejak akhir bulan lalu, Kementerian Luar Negeri Iran sudah mengecam serangan udara Liga Arab sebagai ‘agresi militer’.

“Iran mendesak semua agresi militer dan serangan udara terhadap Yaman dan rakyatnya segera dihentikan. Aksi militer di Yaman, yang sedang menghadapi krisis domestik, akan semakin memperburuk situasi,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Marzieh Afkham (26/3)
(sumber Merdeka.com)

Kronologi Rio masuk ke ruangan ban pesawat Garuda tujuan Jakarta

Mario Steven Ambarita melakukan aksi nekat masuk ke bagian ban pesawat Garuda tujuan Pekanbaru- Jakarta. Sebelum mendapatkan posisi yang tepat di tempat persembunyiannya itu, Mario sempat jatuh berkali-kali hingga akhirnya berhasil melakukan menyusup.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Suprasetyo mengatakan, sebelum kasus kemarin, Mario rupanya pernah melakukan hal serupa tapi gagal karena ketatnya penjagaan.

“Tanggal 19 Maret 2015 pernah coba ke Kualanamu tapi enggak bisa, karena saking ketatnya di Bandar Udara Pekanbaru. Selama seminggu dia sudah mempelajari penerbangan ke Jakarta, apa saja (maskapainya),” ujarnya di Kantor Kemenhub, Jakarta Pusat, Rabu (8/4).

Hingga kemarin, dia melihat waktu yang tepat. Saat itu, pria yang memiliki tinggi 165 centimeter ini sudah mengetahui ada tiga pesawat yang akan terbang ke Jakarta, Garuda Indonesia, Batik dan Citilink. Dia memutuskan menyusup di pesawat Garuda Indonesia.

“Pada tanggal 7 April dia bangun pagi, jam 10 menuju Bandara Sultan Syarif Hasyim II, dan berhasil masuk jam 10.30 dari sisi utara. Kemudian dia mendeteksi pesawat waktunya (berangkat) jam berapa. Targetnya Garuda. Dia lewat lompat pagar yang dekat kargo,” jelasnya.

Detik-detik saat pesawat akan lepas landas Mario, langsung mendekati pesawat incarannya Garuda GA 177 tujuan Pekanbaru-Jakarta. Tapi tak langsung berhasil, malah sempat terpental.

Tidak patah arang, pria kelahiran 30 Agustus 1993 ini segera berlari dan menuju runway. Dia menunggu agar pesawat lurus menuju jalur landasan, dan akhirnya berhasil masuk.

“Sempat terpental, dia bangun lagi nunggu pesawat sejajar dengan runway, naik roda pesawat yang pertama. Ada rongga yang kira-kira bisa dia duduk. Berhasil duduk ya terbang sampai di Cengkareng,” tutup Suprasetyo.

Dianggap bersih, Bandung jadi tuan rumah hari anti korupsi tahun ini

Setelah Daerah Istimewa Yogyakarta, Bandung pada tahun 2015 ini dipilih sebagai tuan rumah Hari Anti- Korupsi Internasional (HAKI). Bandung dipilih karena dianggap memenuhi syarat dan beberapa variabel ihwal pemberantasan korupsi.

Ada beberapa penilaian sebuah daerah bisa menyelenggarakan HAKI tersebut. Yang pertama yakni masuk dalam kategori indeks tata kelola Indonesia Goverment Index (IGI).

“Kami nilai dari beberapa variable yang telah ditentukan, kota Bandung memenuhi syarat baik dari partisipasi warga mau pun dari inovasi upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi ini,” kata Plh Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK Guntur Kusmeiyanousai, bertemu Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, di Balai Kota Kamis (26/3).

Menurut dia, sejauh ini Bandung di bawah komando Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, sudah menerapkan sistem upaya layanan publik yang bisa meminimalisir adanya tindakan korupsi. Sehingga dengan dipilihnya Bandung, bisa menjadi momentum baru era pemberantasan korupsi.

“Tadi sudah disampaikan menu-menu pencegahan korupsi dari mulai koordinasi supervisi bidang pencegahan, sosialisasi anti korupsi, kampanye anti korupsi, sampai dengan perbaikan sistem program pengendalian gratifikasi, lalu perbaikan sistem upaya-upaya perbaikan layanan publik,” ungkapnya.

Atas upaya itulah, Bandung menjadi daerah kedua setelah Yogyakarta untuk menyelenggarakan HAKI 2015. Sebelum Yogya penyelenggaraan HAKI sering digelar di Jakarta.

Emil mengaku bangga lembaga antirasuah itu memilih Bandung sebagai tuan rumah penyelenggaraan HAKI 2015. Apalagi Bandung diawal masa kepemimpinannya terus berbenah adanya reformasi birokrasi mulai dari kelurahan.

“Saya senang kedatangan KPK karena menjadikan kota Bandung sebagai kota percontohan. Tahun ini ada lebih enam program yang akan disepakati pemkot dan KPK. Yang kemudian Bandung mendapat kehormatan menjadi tuan rumah anti korupsi internasional,” jelasnya.

(sumber : merdeka.com)