Daerah Jakarta yang Berpotensi Kena Banjir Kiriman



Jakarta – Hujan deras membuat debit air di Pintu Katulampa, Sungai Ciliwung Hulu, dan Pintu Air Depok, atau sungai Ciliwung Tengah dalam kondisi Siaga I. Badan Nasional Penanggulangan Bencana memprediksi banjir kiriman dari Pintu Air Depok sampai ke Pintu Air Manggarai sekitar 6-7 jam.
“Pada pukul 02.35 WIB, pintu air Depok Siaga I, tinggi muka air sekitar 350 sentimeter,” Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam pesan singkatnya, Kamis, 30 Januari 2014.
Menurut BNPB dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta, daerah yang berpotensi terkena banjir kiriman ini antara lain sekitar bantaran Sungai Ciliwung di wilayah Jakarta Timur seperti: Rawajati, Kalibata, Pengadegan, Gang Arus/Cawang, Kebon Baru, Bukit Duri, Bidara Cina, dan Kampung Melayu. (Baca juga Banjir di Jakarta Hari Ini Diperkirakan Jam 8-10)
Dari data pantauan Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta di pintu air Depok, sejak pukul 01.45 tinggi muka air mencapai 300 cm atau dalam posisi Siaga II. Dalam waktu 50 menit, status pintu air Depok naik menjadi Siaga I karena tinggi muka air bertambah menjadi 350 cm.
Hingga pukul 04.00 WIB, status Siaga I masih berlanjut, bahkan tinggi muka air naik menjadi 380 cm.

Acara Hipnotis di Televisi Menurut Deddy Corbuzier Hanya Gimmick


BELAKANGAN ini program yang menampilkan peragaan hipnotis di sejumlah stasiun televisi semakin marak.
Masyarakat pun bertanya-tanya apakah itu benar-benar hipnotis?
Deddy Corbuzier yang memiliki pengalaman luas di dunia sulap dan memiliki pengetahuan cukup soal hipnotis angkat bicara.
Menurut pria berkepala plontos itu, acara hipnotis yang dipertontonkan sejumlah stasiun televisi hanyalah gimmick.
“Kalau buat saya itu (acara hipnotis) gimmick. Tapi saya enggak bisa nge-judge,” ucap Deddy, saat ditemui di kawasan Jl. Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (29/1)
“Aku pernah melakukan waktu hipnotis duduk (di acara The Next Mentalist) bisa bikin penonton di rumah enggak bisa berdiri, 300 ribu foto masuk ke saya,” sambungnya.
Sepengetahuan Deddy, orang yang terhipnotis susah sekali bicara. Sementara hipnotis yang dipertontonkan di sejumlah acara televisi malah mudah sekali bicara.
“(Kalau orang sedang dihipnotis) Enggak bisa ngomong,” tuturnya.

Al-Qaeda militants in Iraq seize much of Fallujah

Abed said it could take a week for government forces — and tribes who are fighting with the government — to push al-Qaeda out of the two cities. Abed said most Anbar tribes are fighting alongside government forces, but a handful have sided with the militants.

The fighting in Anbar province comes amid growing sectarian tensions between the minority Sunnis and the Shiite-dominated government.

Al-Qaeda militants, emboldened by their powerful role in attempting to topple the government in neighboring Syria, have been exploiting the sense of alienation among Sunnis.

“It’s a perfect storm that’s been brewing for a long time,” said Ryan Crocker, a former U.S. ambassador to Iraq.

Sunnis have accused the Shiite-led government of Nouri al-Maliki of being heavy-handed in his treatment of political rivals and have responded with spasms of violence.

“Maliki has taken a very serious and unfortunate step toward pushing a large percentage of the Sunni population to feel disenfranchised,” said James Jeffrey, a former U.S. ambassador to Iraq now at the Washington Institute for Near East Policy.

Recently, government forces arrested a prominent Sunni, touching off a firefight that killed the lawmaker’s brother and some of his bodyguards. Security forces then dismantled a Sunni protest camp in Ramadi.

Responding to Sunni concerns, the central government agreed to withdraw its forces from Anbar cities this week. But once the forces left, al-Qaeda militants surfaced in Ramadi and Fallujah.

The fighting, the worst violence since U.S. forces left Iraq at the end of 2011, erupted just as a number of tribal leaders in recent weeks have been trying to work out a political compromise with Maliki’s government.

“They were about to get a negotiated settlement,” said Sterling Jensen, an analyst at the National Defense University’s Near East South Asia Center for Strategic Studies. “For some reason, Maliki chose this time to go against the protesters.”

Anbar has played an influential role in shaping Iraq’s history.

After the U.S.-led invasion of Iraq in 2003, the region became a hotbed of the Sunni insurgency that fought American forces. In 2004, Fallujah had become a symbol of resistance to the U.S. presence until an American-led offensive drove militants from the city in bloody street fighting.

In 2006 and 2007, a network of tribal leaders in Ramadi who were backed by American forces led an effective revolt against al-Qaeda, helping to turn the tide of war in Iraq.

Today, tribal leaders in Anbar remain wary of al-Qaeda and have urged local police to fight the militants, analysts say.

However, they point out that it was the presence of Americans who gave tribal leaders the confidence to turn on al-Qaeda in 2006 and 2007. Sunni tribal leaders saw Americans as an ally that could protect them from al-Qaeda and the excesses of a Shiite-dominated government.

Analysts fear that Sunnis now may be driven into the arms of al-Qaeda if they feel it is the only bulwark against a government hostile to their interests.

“It’s possible they are now opening their communities to an al-Qaeda they didn’t like,” said Stephen Biddle, a national security analyst and professor at George Washington University

Al-Qaeda has also been strengthened by the civil war in neighboring Syria. The war there has attracted foreigners who came to fight under the al-Qaeda banner. Some of those fighters may be spilling into western Iraq, analysts say.

The fighting in Syria has given al-Qaeda in Syria “a new lease on life,” Jeffrey said.

“There are no peacekeepers here to stabilize this,” Biddle said. “As a result you get a very dangerous tinderbox.”

Sumber : UsaToday

Bersyukur, Langkah Pertama untuk Bahagia

Saya menyadari bahwa salah satu cara untuk menuju hidup yang bahagia adalah dengan bersyukur. Terdengar mudah, tapi kadang kita mudah melupakannya. Atau lebih buruk: kita bahkan nggak bisa melihat betapa beruntungnya kita memiliki apa yang kita miliki saat ini di dalam hidup karena kita selalu membandingkannya dengan orang lain.

Selalu bersyukur merupakan elemen yang penting untuk hidup bahagia. Membuat kita tetap positif dan optimis—yang kadang sangat kita butuhkan untuk menghadapi hal-hal yang nggak bisa kita kendalikan. Saya percaya bahwa bersyukur (dan tetap positif) membuka banyak kesempatan lain yang akan membuat kita semakin bersyukur. Sedangkan apabila kita terus menerus berpikir negatif dan berburuk sangka, justru akan menjadi self-fulfilling prophecy—hal terburuk kita bayangkan, akan terjadi.

Ada beberapa hal yang sering saya lakukan setiap hari dalam upaya mensyukuri hidup.

Seberapa pun kecilnya, berterimakasihlah
Coba lihat sekeliling. Siapa pun kita, pasti ada yang bisa disyukuri dari sekeliling kita. Masih ada atap yang menaungi kita dari hujan dan panas, masih ada makanan yang kita simpan di kulkas (walaupun untuk kasus saya hanya chicken nuggets dan telur), masih diberi anugerah sehat, dikelilingi keluarga dan teman yang peduli, masih memiliki pekerjaan, masih bisa mandi dengan air bersih. Sesungguhnya kalau kita mau berpikir sejenak, ini adalah hal yang luar biasa yang patut kita syukuri. Setiap kali kita merasa berterima kasih karena masih memiliki apa yang saat ini kita miliki, maka ke depannya pasti akan semakin banyak hal-hal yang akan kita syukuri.

Mengubah negatif menjadi positif
Dengan bersyukur, akan lebih mudah untuk mengubah negatif menjadi positif. Mungkin banyak dari kita yang nggak diajarkan untuk berpikir positif dan bersyukur akan apa yang kita miliki. Padahal perilaku kita dan bagaimana kita melihat dunia, ditentukan dari bagaimana kita berpikir. Jadi, ketika lagi merasa capek karena harus lembur dan kerjaan yang nggak habis-habis, bersyukurlah bahwa kita masih memiliki pekerjaan. Kalau kita bisa mengubah cara berpikir kita, maka dunia kita—dan cara kita melihat dunia, akan berubah. Jadi lebih berwarna, tentunya.

Nikmati setiap momen
Dari semua yang kita alami, baik dan buruk, senang dan susah, pasti ada hikmah di baliknya. Kadang kita mengerti hikmahnya pada saat itu terjadi, kadang beberapa waktu kemudian, atau bertahun-tahun yang akan datang. Tapi satu yang pasti, saya percaya bahwa segala sesuatu terjadi karena ada alasan di baliknya. Everything happens for a reason. Jadi, nikmati saja semua momen dalam hidup. Karena momen-momen inilah yang membentuk keseluruhan hidup kita. Dan seperti tagline sebuah iklan di televisi: enjoy aja!

Cobaan hanyalah sebuah fase dalam hidup
Yang membentuk diri kita adalah bagaimana kita menyikapi apa yang terjadi dalam hidup kita. Semua orang punya masalah, semua orang mendapatkan ujian dalam hidupnya. Pada saat kita menghadapi masalah, selalu ada pilihan: mengeluh terus menerus dan membiarkan masalah tersebut menghancurkan hidup kita, atau berpikir, menghadapi dan menyelesaikan masalah tersebut—betapa pun susahnya. Dalam setiap cobaan pasti ada sesuatu yang bisa dipelajari—dan menjadikan diri kita lebih baik dari sebelumnya.

Kalau merasa bahwa hidup Anda payah banget dan nggak ada yang bisa disyukuri, seenggaknya saya rasa Anda harus bersyukur bahwa masih punya koneksi internet yang cukup untuk bisa membaca artikel ini. Ya, kan?

Terakhir, seperti yang pernah teman saya bilang, kalau melihat ke atas, di atas langit pasti masih ada langit. Tapi saat kita melihat ke bawah, saat kita merasa menjadi yang paling susah, saat kita merasa menjadi keset, maka ingatlah bahwa di bawah keset masih ada lantai. Kita bukanlah orang paling susah sedunia.

Jadi, selamat bersyukur! sumber : yahoo